Kamis, 01 Oktober 2009

COMMUNICATION THEORY

Pada materi kuliah ini, saya di wajibkan untuk memasukan teorinya dalam kehidupan saya, dan disini saya mengambil Social Penetration Theory.



Social Penetration Theory

Cerita ini berawal ketika saya menghadiri pemakaman salah satu kerabat dekat keluarga. Kebetulan saat itu saya juga diminta untuk bernyanyi oleh teman ibu saya, sebut saja namanya Tante S. Di tempat ini pula saya di perkenalkan dengan salah satu saudara Tante S. Ketika saya selesai bernyanyi, saya di panggil Tante S ke ruang tamu dan lalu di perkenalkan dengan seorang lelaki, bernama MS. Komunikasi awal kami saat itu masih di dalam tahap Superficial. Kami saling memperkenalkan nama masing masing. Kalimat perkenalan yang di lontarkan MS dan masih saya ingat : ’Suaranya bagus tapi mike nya aj yang error’. Saya menanggapi hanya dengan tersenyum sambil berbisik dalam hati ‘Kecey jg nih cowok, tp too much basa basi’.
Lalu tiba tiba Tante S nyeletuk : ‘MS, Ribkha juga ke dokter di Erha Clinic loh, kalau mau kesana kalian janjian bareng aja’. ( Dalam hati saya berkata : ‘ jangan gila dong, tante.. baru juga kenal 5 menit’ ) Karena Tante S berkata seperti itu, MS jadi tahu bahwa saya juga member Erha Clinic dan topic pembicaraan kami pun mulai bervariasi, mulai dari seputar kulit, tempat makan favorit dan film di bioskop.
Pertemuan pun berlanjut, pertemuan ke 2 terjadi 3 hari setelah pertemuan perdana. Pada komunikasi kali ini kami sudah memasuki tahap Intimate Kami makam malam bersama di salah satu restoran di daerah kuningan. Pertemuan kali ini kami mulai saling bercerita tentang sekolah, kuliah dan pekerjaan (saat itu MS bekerja di salah satu perusahaan Jepang). MS pun mulai bercerita tentang pengalaman nya saat mendapatkan beasiswa untuk program bachelor degree.
Saat itu dia mengikuti test seleksi beasiswa dari Mitsui ( salah satu perusahaan swasta Jepang ) yang mana herus bersaing dengan para murid SMA Se – Indonesia dan beasiswa tersebut hanya menerima 4 orang saja tidak lebih. Akhirnya dia di terima dan masuk di Wasaeda University,Tokyo. Ia bercerita tentang perjuangangnya saat akan menghadapi final exam untuk mendapat S1 yang mana ia sampai tidak tidur 3 hari 3 malam dan akhirnya mendapatkan hasil cukup memuaskan. Lalu ia bercerita bahwa ia telah meng apply beasiswa pada pemerintah jepang untuk melanjutkan Master degree nya dan telah di terima di Tokyo University, Jepang.
Saya ikut pula berbagi cerita tentang sekolah saya di Jubilee, menceritakan teman teman terdekat saya, pelajaran yang sukses membuat saya mati rasa sangking gak sukanya, dan gosipin guru guru di sma saya saat itu.
Waktu pun terus berjalan, sampai pada kami saat ini di tahap very intimate, seiring berjalan nya waktu dan intensitas pertemuan yang selalu up date, kami merasa semakin dekat dan mulai memahami karakteristik satu sama lain. Kami sepakat untuk ‘mensyahkan’ status kami ( hehehe.. )
Saya semakin mengerti hal yang di sukai maupun tidak dan kebiasaan kebiasaan ajaib dari MS, semisal ketika saya mau pergi berbelanja bersama teman teman saya tapi pada saat itu MS ingin saya tetap tinggal di rumah, ia mungkin tidak mengatakan secara langsung tapi saya dapat melihat ketidak sukaan nya dari sikap dan raut muka. Jadilah saya membatalkan untuk bergerilya.. MS juga menjadi tahu kebiasaan saya yang pasti dengan suksesnya membuat dia menanti minimal 1 jam sehabis mandi untuk bersiap siap sebelum pergi.
Inilah Social Penetration Theory yang dapat saya bagi tentang saya dan MS, berdasarkan 3 tahap, yakni : Superficial, Intimate, Very Intimate.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar